Bidadari Terakhir Untuk si Playboy Tampan
Entah berapa kali sudah Angga berhadapan dengan kalimat tersebut. Sepertinya kalimat yang terdiri dari dua kata itu menjadi menu wajib dalam hidupnya. Betapa tidak, bermodal tampang keren Angga kerap kali berpindah-pindah hati. Hari ini jalan sama cewek ini dua minggu lagi sudah boncengan sama yang lain, bulan depan malah dapat gebetan yang baru. Usia pacaran terlamanya pun hanya berlangsung tiga bulan saja. Bisa jadi mantannya sudah bertebaran di mana-mana bak jamur yang tumbuh di musim hujan.
Kegalauan si tampan pun bertambah ketika seorang gadis mungil mulai memikat hatinya. Niat hati mau memiliki namun apa daya si gadis mungil tidaklah mudah untuk ditaklukkan. Gadis itu sangat sederhana. Tidak ada make up tebal dengan bulu mata anti badai, sepatu highheels apalagi lilitan jelbab sana-sini dengan punuk unta segedek gajah. Yang ada sikap sopan nan santun serta jelbab lebar yang melambai. Jauh berbeda dari para mantan si tampan.
“serius Ga, lo suka sama Nia. Kalau gue perhatiin dari mantan-mantan lo selama ini Nia itu bukan tipe lo banget?”
“entahlah Bob. Yang ada tiap gue lihat Nia itu rasanya ada yang beda. Dia memang jauh berbeda dari mantan-mantan gue. Tapi yang ini, sumpah Bob senyumannya manis banget. Belum pernah gue lihat senyuman seindah itu. apalagi lambaian jelbabnya, seolah manggilin gue buat dapetin tu orang.”
“woiii, ngayal lo.” Boby mukul pundak Angga dengan keras. “ itu cewek mana mau sama elo.”
“ah, elo. Bukannya doain gue.”
Angga mulai mencari tau tentang Nia. Dari teman-teman Nia dia tahu bahwa si gadis mungil masih sendiri alias jomblo. Kesempatan emas. Kesempatan buat dapetin pujaan hatipun terbuka lebar. Selidik punya selidik penyebab si dia masih sendiri sampai sekarang bukanlah karena tidak ada yang mau jadi pacarnya, tetapi berkat kegigihan mencari informasi Angga disadarkah bahwa si gadis mungil bukanlah tipikal cewek yang mau dipacari. Kalau suka mah langsung ke orangtua saja biar langsung ke KUA . Hmmm, tambah galau lah si tampan ini.
“gue mau taubat, Bob!”
Boby hanya bengong dengan pernyataan Angga. Beberapa kali dia menggsok mata dan mencubit diri sendiri untuk membuktikan bahwa dia sedang tidak bermimpi. Dan ini benar, nyata.
Dua bulan kemudian,,,
“lo beneran tobat”.
“menurut lo?” Angga balik nanya.
Kekuatan cinta mampu merubah kehidupan seseorang. Si playboy tampan kini mulai memperbaiki diri. Menjaga pandangan agar tidak lirik sana-sini bahkan si tampan mulai menghafal juz 30. Subhanallah, di mana-mana mulutnya komat kamit menghafal surat-surat pendek tersebut.
Kenapa harus gonta-ganti pacar buat nemu jodoh? Jodoh itu kan gak bakalan ketukar. Orang baik akan dipersatukan dengan orang baik pula.
Kalimat sederhana yang telah menyadarkan Angga. Nia itu gadis baik-baik. Karena itulah jika ingin memiliki Nia maka dia pun harus menjadi lelaki yang baik.
Banyak hal yang terjadi dalam hidup Angga yang baru. Hari-harinya berlalu begitu cepat. Sudah setengah dari juz 30 dia hafal. Sekarang dia juga sering ke mesjid mengikuti ceramah-ceramah untuk memperkaya wawasan islaminya. Tidak ada lagi gadis mungil itu di benaknya. Yang ada apa yang harus dilakukan untuk terus mempebaiki diri.
“Nikah, bang?”
“iya. Umur kamu sudah cukup untuk menikah.”
“tapi, bang. Gimana mau nikah? Calon saja saya belum punya.”
“tenang saja. Kalau kamu mau saya bisa carikan.” Goda bang Irwan.
“bang Irwan bisa aja.” Angga terlihat malu. Selama ini bang Irwan lah yang banyak memberinya pencerahan.
“Nikah?”
“iya. Kamu siapkan?”
“kalau memang lelaki itu baik agamanya bagaimana aku bisa menolak. Bukankah tidak baik bagi seorang wanita menolak lamaran dari lelaki yang soleh.”
Angga menganggap pertanyaan bang Irwan tempo hari hanyalah gurauan saja. Dan betapa terkejutnya dia ketika bang Irwan mengabarkan bahwa dirinya sudah mendapatkan calon istri yang cocok. Antara bingung dan merasa tidak enak dengan bang Irwan, Angga pun setuju dengan calon pilihan tersebut. Apapun itu dia berharap nanti bisa menerima gadis tersebut apa adanya begitu juga sebaliknya gadis ittu bisa menerima semua kekurangan yang ada pada dirinya.
Hari ijab qabul pun berlangsung. Dengan perasaan campur aduk semua prosesi dilakukan dengan khidmat. Dan gadis mungil itu? Nia! Seusai ijab qabul mata Angga tertuju pada gadis mungil yang telah merubah hidupnya. Gadis itu berjalan perlahan. Dia terlihat lebih anggun di balik kebaya putih itu. Angga semakin gugup, gadis mungil yang dibalut kebaya putih itu dengan malu-malu memberikan sebuah senyuman. Ternyata Sri Ramadhania yang baru saja disebut saat ijab qabul beberapa menit lalu adalah nama lengkap dari gadis mungil yang kini ada di hadapannya.
Alhamdulillah, ya Allah. Jodoh itu memang tidak akan ketukar sama yang lain. Nia,,,
Dari rona wajah malu-malunya itu Nia juga terlihat sangat bahagia. Apalagi si playboy tampan yang kini jadi suaminya terlihat lebih tampan nan teduh.***