Ayah oleh Wardatul Aini Aira berjalan dengan wajah ditekuk. Air mukanya terlihat sangat keruh. Sesampai di teras dengan kuat ia melempar tas ransel ke atas kur...
Misteri Rumah Kost Sebelah oleh Wardatul Aini “Aaaaaaaaaaaaaaaa...,” suara cempreng khasnya Dinda terdengar sampai ke dapur. “It... itu... suara...Din,” Sasa, Tania, Suci dan ...
Waktu oleh Wardatul Aini Kiran memutuskan merawat Nadia semenjak kejadian naas menimpa gadis berhidung mancung itu setahun lalu. Tawaran kebaikan Kiran disam...
Bidadari Terakhir Untuk si Playboy Tampan Kita PUTUS ! Entah berapa kali sudah Angga berhadapan dengan kalimat tersebut. Sepertinya kalimat yang terdiri dari dua kata itu menjadi m...